SKAL Paris van Java 2009 (part 2 : Malam Keakraban)
Posted by Timotius Nugroho Chandra on May 23, 2009
Yak, melanjutkan postingan part 1 : Penyambutan – ITB – CiWalk kemarin, sekarang waktunya cerita-cerita tentang jalannya makrab.
Setelah para peserta berangkat ke CiWalk (dari ITB), sebagian panitia yang sudah dibagi tugasnya sehari sebelumnya, langsung bekerja mempersiapkan makrab. Properti-properti makrab seperti baju, rok, alat rias, bambu untuk pohon harapan, spanduk, dan kertas-kertas berwarna yang dipusatkan di kosan Yessica, Dian, Riza, Meryda, dkk yang rencananya diangkut ke Aula Universitas Pasundan (UNPAS) pukul 15.00 ternyata baru bisa diangkut sekitar pukul 16.00, semoga bisa menjadi pelajaran buat panitia SKAL Bandung untuk lebih menghargai waktu.
Sesampai di Aula UNPAS di jalan Setiabudi, panitia segera mendekor ruangan dan mempersiapkan pernak-pernik lainnya : menempelkan huruf-huruf dari styrofoam ke spanduk, menanam bambu-pohon-harapan, menempelkan lilin-lilin di lantai, ngetes mic, menjajal infokus yang sudah disiapkan oleh pihak UNPAS.
Sekitar pukul 17.30, para peserta tiba di UNPAS, kemudian dipersilakan untuk sholat dan makan makanan yang telah disiapkan di dalam aula. Selain itu, para alumni senior yang diundang oleh M. Jawair pun juga sudah berdatangan dan saling bersilaturahmi dengan guru-guru pendamping yang ikut mendampingi para peserta SKAL.
Setelah semua peserta, guru pendamping, dan alumni undangan selesai makan, para peserta diminta untuk keluar dari aula dan berbaris sesuai busnya masing-masing. Kemudian, lampu aula dimatikan, lilin – lilin dinyalakan, para panitia uang bertugas jadi patung di dekat pintu langsung bersiaga. Sementara itu, Raditya ‘gug’ Yudha siap berdiri di atas panggung dengan dandanan dan riasan cewek. Setelah semuanya beres, peserta dipersilakan masuk ke aula. Banyak peserta cewek yang menjerit-jerit saat masuk karena suasana yang remang-remang oleh cahaya lilin dan patung-patung tak bergerak. Padahal awalnya panitia mengira hal-hal tersebut akan membawa kesan romantis, bahkan iringan lagu yang dipilih saat peserta memasuki aula pun dipilih instrumentalnya First Love – Utada Hikaru…hehehe….
Ketika seluruh peserta sudah mendapat tempat duduk yang nyaman di dalam aula, musik pun berganti menjadi lagu kuch-kuch hotta hae. Sementara sebaign lampu di bagian panggung mulai dinyalakan. Dandanan Raditya ‘gug’ Yudha ternyata dengan mudah ditebak oleh para peserta. Ketika lagu masuk bait pertama, mas Yudha dengan diiringi penari-penari latar lainnya (Kahfi, Ivan, Febry, Choi, Wahyu) yang kesemuanya didandani dengan sangat menor pun langsung berjoged ria di atas panggung diiringi applaus riuh dari para peserta.
Setelah para penari tersebut puas berjoged dan lagu kuch kuch hotta hae selesai. MC acara – Clarissa Desy Natalia dan Grahari Dyaning Ratri – masuk mengambil alih acara. Basa-basi sebentar dengan para peserta, meminta para peserta meneriakkan yel-yel kelompok bus nya masing-masing, dsb, dst, dll, etc, lsp. Setelah berbagai macam nasi basi tersebut, akhirnya duo MC tersebut membagikan kertas-kertas kecil kepada para peserta. Para peserta diminta menuliskan harapan-harapan mereka di kertas tersebut untuk kemudian digantungkan di pohon harapan. Seusai makrab, harapan-harapan para peserta dibaca oleh para panitia, ada yang menulis : “Makanannya dienakin dong”, yah memang pihak panitia sendiri mengakui ada sedikit yang tidak beres pada konsumsi hari pertama tersebut, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, ini menjadi pelajaran bagi kami panitia SKAL Bandung dan kami akan berusaha untuk meperbaikinya untuk SKAL tahun-tahun berikutnya. Ada juga yang menulis : “Semoga segera dapat pacar”, “Semoga dapat istri/suami yang baik”, dan harapan-harapan lainnya. Ck ck ck…padahal panitia akeh sing durung payu….wehehehee…”
Setelah sesi pohon-harapan selesai, video profil UNPAS ditayangkan di infokus, berisi informasi-informasi seputar program studi yang ditawarkan oleh UNPAS, fasilitas-fasilitas, serta sejarah singkat UNPAS. Selesai menonton video profil tersebut, para peserta SKAL disuguhi tarian dari salah satu unit kegiatan mahasiswa UNPAS : Lingkung Seni Sunda (LSS). Penari yang tampil cuma 2 orang cewek, tapi tariannya juga tidak kalah memukau daripada tarian pembuka oleh mas Yudha dkk di awal tadi, applaus yang diberikan pun tidak kalah meriah.
Lanjut setelah para penari dari LSS UNPAS adalah persembahan penampilan dari Unit Kebudayaan Jepang (UKJ) ITB. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, para penari dari UKJ ITB tidak tampil di panggung, melainkan langsung turun ke tempat para peserta duduk lesehan. Bahkan sebelum memulai penampilannya, para penari UKJ meminta para peserta untuk membuat lingkaran di sekitar mereka dan mengajak semuanya untuk ikut menari menirukan gerakan mereka. Para penari dari UKJ ITB benar-benar berhasil membangun suasana dan meningkatkan euphoria para peserta. Bahkan panitia pun juga ikut menari menirukan gerakan mereka. Total mereka membawakan 3 tarian yang diiringi 3 lagu berbeda, lagu-lagu itu adalah (berdasarkan nama file mp3 yang diberikan ke panitia) : “Track 3″, ” V6 – Waninate Odoru”, dan “Odoru Ponpokorin” (OST Chibi Maruko Chan). Urutan lagu yang dipilih oleh UKJ ITB pun benar-benar pas, lagu pertama sebagai pemanasan kalau-kalau ada peserta yang masih ogah-ogah an ikut menari, lagu kedua untuk meningkatkan emosi para peserta, dan akhirnya lagu ketiga yg sudah cukup terkenal – Chibi Maruko Chan gitu lho – ditempatkan di urutan akhir sehingga efeknya benar-benar mengena.
Setelah Penampilan dari UKJ ITB, dilanjutkan dengan sedikit wejangan dari bapak Indra Susila (alumnus SMADA Kediri tahun ’89) [koreksi dari post sebelumnya yg tahun '80, thanks to M. Jawair atas koreksinya] , seorang dosen di jurusan Teknik Sipil ITB. Beliau memberikan kiat-kiat suksesnya kepada para peserta SKAL dan sedikit cerita perjalanan hidupnya. Para peserta pun diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab dengan beliau.
Kemudian dilanjutkan dengan penampilan peserta pertama, yaitu peserta dari bus C. Untuk cerita tentang penampilan tiap bus, mungkin orang lain yang bisa membantu menceritakan ? Mungkin dari peserta sendiri ?!?
Setelah penampilan tiap bus selesai, panitia memberikan surprise pada salah satu peserta yang ulang tahun tepat pada 12 Mei (hari itu), yaitu Santano Saleh K. alias Nano. Hadiah e opo ngono lho, lali aku…hehehee….Happy *bird* day, Nano !!
Setelah semua peserta dari bus A, B, dan C selesai menampilkan performansi mereka masing-masing. Akhirnya sampai ke acara terakhir, yaitu seluruh panitia maju ke panggung untuk bersama-sama menyanyikan (nge-lipsync lebih tepatnya,
) lagu “Terima Kasih Guruku” yang dipopulerkan oleh para penyanyi AFI Junior :
Pagiku cerahku matahari bersinar
Kugendong tas merahku di pundak
Slamat pagi semua
Kunantikan dirimu di depan kelasmu menantikan kami
Guruku tersayang guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis mengerti banyak hal
Guruku terimakasihku
Nyatanya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan
Di tengah-tengah lagu, beberapa panitia memberikan bunga – bunga mawar untuk para guru pendamping dan sekaligus diajak ikut menyanyi di panggung. Menyusul kemudian, seluruh peserta SKAL, satu demi satu maju ke depan untuk bersalaman dengan para guru. Setelah lagu selesai, dengan spontan dan tanpa komando, seluruh peserta serentak menyanyikan Mars SMADA :
Kami pelajar di sekolah SMA Negeri Dua Kediri
Siap berjuang dan mengabdi berbakti pada pertiwi
Pantang mundur pantang menyerah dalam belajar dan berkarya
Terus pacu maju melaju menyongsong masa jaya
SMA Dua Kediri disini ku berdiri
Melangkah t’rus smakin pasti dan penuh percaya diri
Sbagai tunas harapan bangsa yang jadi inti pembangunan
Kuberjanji s’lalu berbakti ‘kan kuharumkan negeri
Kubersumpah aku berjanji kibarkan panji citra SMADA
Kapan dan dimana saja ukir prestasi
Demi masa depan jaya
jaya (5x)
VIVAT SMADA !!
Setelah itu, ditampilkan video para panitia SKAL BDG 2009 dengan latar belakang lagu We’re All in This Together-nya High School Musical, mengiringi para peserta keluar dari Aula UNPAS, kembali ke penginapan.
Terima kasih kami ucapkan kepada :
- Bapak Subelo Wiyono dan Ibu Ririn : atas bantuannya sehingga kami mendapatkan fasilitas aula UNPAS dengan gratis [tambahan dari M.Jawair]
- Lingkung Seni Sunda (LSS) UNPAS
- Unit Kebudayaan Jepang (UKJ) ITB
- Alumni-alumni senior SMADA yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk mengikuti acara Makrab SKAL BDG 2009
- Seluruh peserta SKAL BDG 2009 dan guru-guru pendamping yang telah memberikan kesempatan kepada kami semua, para panitia, untuk memberikan kontribusi, mengabdi, dan memberikan yang terbaik untuk almamater tecinta : SMA Negeri 2 Kediri.
Next post : SKAL Paris van Java 2009 (part 3 : Kunjungan Industri – Tangkuban Parahu) !!
- vivat smada -
NB : foto-foto dokumentasi menyusul.
gug said
buset aku dadi bencong ga usah di critakne
hahhahahahha
bisa kacau dunia ini
content bagus boi
mbah'e said
poko’e tahun ngarep kudu gantian sing tampil nggilani…
termasuk awakmu tim….
jawa said
hahaha, jawa comment lagi
untuk acara makrab, kita harus berterima kasih sama bu ririn dan pak belo, tanpa mereka vasilitas gratis dari unpas gak akan kita dapatkan. bukti konkrit peran kealumnian SMADA
ralat aja, pak endra iku angkatan 89 dudu 80, mesakno banget lek terlalu disepuhne, hehehe
acara keakraban alumni goal yang ingin dicapai telah dapat diraih, meskipun yang dateng cuma sedikit.
dari ngurus acara itu, aku jadi kenal banyak alumni yang ada di bandung.
dan harapannya gak hanya aku yang kenal, pengen diwarisne juga hehehe
ayo dolan2 ke rumah alumni.
ada yang kenal pak langgeng 76, pak wasis + bu retno, bu ediana, dll?
berarti emang kita harus dolan2 ke mereka, biar umur semakin panjang.
cukup!
jawair
Timotius Nugroho Chandra said
@Mbah’e
Hahahaa….yo didelok ae lah ngko…
@mas Jawa
OK, thank you koreksi n tambahane mas !!
gilang said
tergantung ketuannya entar. paling akan jadi tumbal (berarti anak 2007, harus cowok biar bisa tampil ngilani)
Subelo Wiyono said
apa kabar ?
bagaimana SKAL 2010 ?
VIVAT SMADA !